
Kuala Lumpur, 2025 – Sebanyak 615 mahasiswa dan 190 dosen dari lebih dari 50 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) turut serta dalam Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI) dan Program Kreativitas Mahasiswa Kemitraan Internasional (PKM KI) di Malaysia. Program ini merupakan inisiatif bersama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia dan PTMA untuk mendukung akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua anak, termasuk anak-anak migran. Ia menekankan pentingnya layanan pendidikan yang merata dan berkualitas guna memberikan kesempatan bagi mereka menjadi generasi yang kuat dan berdaya saing.
“Layanan pendidikan yang berkualitas adalah pondasi bagi anak-anak migran untuk memiliki masa depan yang lebih baik, terlepas dari kondisi dan status sosial mereka,” ujarnya dalam pernyataan resminya.
Abdul Mu’ti juga mengapresiasi KBRI Kuala Lumpur dan PTMA atas keberlanjutan program ini, yang telah memasuki angkatan ke-12. Program ini berlangsung selama 30 hari di 48 Sanggar Belajar (SB), di mana mahasiswa dan dosen mendampingi anak-anak migran melalui berbagai kegiatan edukatif dan pendampingan.
Selain itu, ia juga menyampaikan penghargaan kepada para guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang telah berdedikasi dalam memberikan pendidikan bagi anak-anak migran. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, termasuk melalui pendekatan partisipatif di berbagai Sanggar Belajar.
Senada dengan Abdul Mu’ti, Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono, menyatakan bahwa KKN KI dan PKM KI adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa, termasuk yang berada di luar negeri.
“Program ini luar biasa karena memastikan keberlanjutan relawan pendidikan dalam proyek kemanusiaan internasional. Dengan demikian, anak-anak migran dapat terus mendapatkan pendidikan yang layak sebagai generasi emas masa depan bangsa,” kata Hermono.
Sementara itu, perwakilan rektor PTMA, Sofyan Anif, menegaskan bahwa program ini juga menjadi ajang internasionalisasi bagi mahasiswa dan dosen PTMA.
“Pengalaman ini akan membentuk lulusan PTMA yang memiliki wawasan dan kemampuan internasional dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ungkapnya.
Dengan adanya program KKN KI dan PKM KI, diharapkan pendidikan bagi anak-anak migran Indonesia di Malaysia semakin maju dan berkualitas, serta mampu mencetak generasi penerus yang berdaya saing di tingkat global.