BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 21 produk inovasi dari dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) lolos kurasi untuk mengikuti Pameran Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Agenda tersebut direncanakan berlangsung pada 10–13 November 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.
Laporan Rilis ID tertanggal 2 November menyebut karya yang lolos mencakup kecerdasan artifisial, metaverse untuk pendidikan dan pariwisata, sistem informasi geografis, teknologi peternakan cerdas, kendaraan listrik, serta pembangkit energi terbarukan. Ragam bidang itu menunjukkan keterlibatan program studi yang tidak terbatas pada satu rumpun teknologi.
Partisipasi para inventor dari ilmu komputer, sistem informasi, teknik elektro, pendidikan, dan bahasa menjadi bagian dari kegiatan pengembangan riset kampus. Lolos kurasi berarti produk diterima dalam daftar peserta pameran, bukan jaminan bahwa seluruh teknologi telah diproduksi massal atau dikomersialkan.
Inovasi dari berbagai disiplin dan peluang industri
Menurut informasi mengenai KSTI 2026, acara di ITS dirancang mempertemukan inventor, inovator, dan investor. Kegiatan yang disiapkan meliputi pameran dan demonstrasi produk, diskusi transfer teknologi, business matching, klinik bisnis, serta agenda pembahasan pengembangan inovasi.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menjelaskan pentingnya interaksi antarpeneliti, calon pengguna, dan mitra industri dalam forum tersebut. Melalui pertemuan semacam itu, produk riset berpeluang memperoleh masukan dan menemukan kebutuhan penerapan yang lebih nyata.
Pameran KSTI tidak dapat diperlakukan sebagai bukti seluruh inovasi UTI sudah lolos pengujian independen atau memperoleh kesepakatan investasi. Rangkaian November masih akan berlangsung sehingga hasil kemitraan, jumlah transaksi, dan dampak penggunaan teknologi perlu dilaporkan setelah kegiatan.
Bagi dosen dan mahasiswa, lolos kurasi merupakan tahap awal untuk memperlihatkan prototipe, menjelaskan manfaat teknologi, dan menguji relevansi rancangan di hadapan pemangku kepentingan. Sumber pemberitaan belum menyertakan daftar lengkap spesifikasi seluruh 21 produk sehingga rincian teknis tidak ditambahkan tanpa rujukan.